Wakil Menteri Perumahan dan Permukiman, Fahri Hamzah, menerima jajaran pengurus Ikatan Pengusaha Bahan Bangunan Indonesia (IPBBI) dalam sebuah pertemuan yang membahas percepatan pelaksanaan Program 3 Juta Rumah. Pertemuan tersebut menjadi forum diskusi strategis antara pemerintah dan pelaku industri bahan bangunan.
Dalam pertemuan itu, IPBBI menyampaikan pandangannya mengenai peran industri bahan bangunan dalam mendukung penyediaan hunian layak bagi masyarakat. IPBBI menilai kehadiran Wakil Menteri Perumahan dan Permukiman sebagai peluang besar untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, khususnya dalam mendorong pertumbuhan industri perumahan nasional.
IPBBI menekankan pentingnya kebijakan yang mendukung ketersediaan material bangunan yang terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan guna memastikan kelancaran program pembangunan perumahan berskala nasional.
Sementara itu, Fahri Hamzah menyampaikan bahwa Program 3 Juta Rumah membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk dari asosiasi pengusaha bahan bangunan. Menurutnya, kolaborasi dengan pelaku industri menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan sekaligus menjaga kualitas dan efisiensi biaya.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat kerja sama antara Kementerian Perumahan dan Permukiman dengan IPBBI, sehingga Program 3 Juta Rumah dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan industri perumahan di Indonesia.
Pertemuan ini menyoroti peran strategis UMKM di sektor bahan bangunan sebagai tulang punggung rantai pasok konstruksi nasional, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pembangunan perumahan rakyat yang menjadi prioritas pemerintah.
Sekjen IPBBI, Otto William Halim, menyampaikan bahwa keterlibatan UMKM produsen dan supplier material bangunan perlu diperkuat melalui dukungan kebijakan, akses pembiayaan, serta peningkatan kapasitas produksi dan kualitas produk agar mampu bersaing dan memenuhi standar proyek perumahan skala besar.
Menurutnya, Program 3 Juta Rumah tidak hanya berfokus pada penyediaan hunian, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang luas bagi UMKM di sektor bahan bangunan, mulai dari produsen material dasar hingga pemasok komponen pendukung konstruksi.
Sementara itu, perwakilan Kementerian UMKM menyambut baik inisiatif IPBBI dan menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong UMKM agar dapat terintegrasi ke dalam ekosistem pembangunan nasional. Sinergi dengan asosiasi dinilai penting untuk memastikan kebijakan yang disusun tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha di lapangan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas potensi kolaborasi lanjutan, antara lain melalui program pendampingan UMKM, fasilitasi sertifikasi produk, serta penguatan akses pasar bagi produsen dan supplier material bahan bangunan lokal.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat peran UMKM sektor bahan bangunan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan Program 3 Juta Rumah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah.
